Advanced Search
 
Artikel
Produk IT
Berita
Tips
Yahoo Messenger
 
You are visitor number:
0671053
 
Artikel
Bookmark and Share
Lisensi Software palsu terbongkar di Surabaya

Lisensi Software palsu terbongkar di Surabaya
Pemilik dan pegawai ditahan untuk pemeriksaan dalam operasi yang dipengintaian selama 5 hari

SURABAYA, 29 November 2012 – Distributor software di Surabaya telah dirazia penyidik dari Polda Jawa Timur pada tanggal 27 November 2012 karena menjual label palsu   Certificate of Authenticity (COA) milik Microsoft  dan label bekas COA ke beberapa kustomer dan pedagang komputer diwilayah Surabaya, Jakarta dan beberapa daerah lainnya.  Razia kali ini adalah razia terbesar yang dilakukan pihak kepolisian Polda Jatim terhadap penjualan label COA palsu di Indonesia.
 
Polisi mendapatkan informasi setelah perusahaan dikenal sebagai PT Rey Corpora Internasional secara online menawarkan kepada masyarakat stiker/label COA. Kemudian penyidik unit HKI Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan pengintaian selama 5 hari  untuk memastikan keberadaan pemilik perusahaan, yaitu RD yang menjalankan bisnis penjualan label COA secara hati-hati. RD hanya menjual label COA  secara online, order melalui telepon atau secara bbm atau sms. Setelah pembayaran dilakukan, RD akan mengirimkan COA lewat jasa kurir. RD tidak melayani penjualan secara langsung di kantor ataupun menerima pembayaran uang muka untuk pembelian secara partai besar. Dengan penyelidikan secara mendalam akhirnya tim penyidik unit HKI Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menangkap RD.
 
Telah berhasil diketemukan dan disita 160 label COA palsu yang diduga berasal dari Cina. Diketemukan juga 35 label bekas yang diambil dari komputer lama. Petugas juga menemukan dokumen-dokumen transaksi penjualan COA yang telah dijual sebanyak ratusan kepada pedagang komputer dan masyarakat. 
 
Label COA tidak boleh terjual terpisah. Label tersebut dimaksudkan untuk mengidentifikasi bahwa Microsoft  Windows Operating System software yang terinstall adalah asli. Diketahui ada pedagang komputer yang kemudian menginstall software tidak berlisensi kedalam laptop yang baru untuk selanjutnya dijual kepada konsumen. Dengan menempelkan label COA yang palsu pada laptop yang baru, konsumen dapat tertipu seolah-olah software yang dimilikinya adalah asli.  Biasanya laptop bermerek yang dijual kosong tanpa software  atau  gratis DOS adalah menjadi target daripada penggunaan COA palsu ini. Pedagang komputer yang tidak jujur ada yang menjual laptop tersebut karena harganya murah tetapi terinstall software yang tidak berlisensi dan menempelkan label COA palsu untuk mengelabui konsumen. Disinyalir ada warnet yang juga membeli label COA palsu dengan maksud untuk mengelabui petugas yang memeriksa untuk berpikir bahwa software mereka asli padahal sebenarnya tidak.
 
Menurut Polisi bahwa tindakan pedagang komputer yang menjual laptop baru yang diinstall software bajakan alias tidak berlisensi merupakan pelanggaran yang serius. Karena laptop tersebut murah, besar kemungkinan dibeli konsumen yang berpendapatan kecil. Biasanya pedagang mendapat keuntungan atas ketidaktahuan konsumen seperti ini dengan menginstalkan software yang tidak berlisensi kedalam laptop yang baru. Hal ini menimbulkan resiko yang tinggi kepada konsumen karena mereka akan mengalami kesulitan dengan komputer mereka karena resiko virus dan infeksi malware lainnya yang bisa mempengaruhi komputer  mereka. Penyidik telah menindak lanjuti permasalahan ini, dimana pedagang komputer, GM, kasusnya sudah dilimpahkan ke penuntut umum dan beberapa pedagang komputer yang lain berkasnya sedang dipersiapkan. Pihak Polda Jatim akan tetap terus mengambil langkah-langkah tegas terhadap pedagang komputer yang tidak bertanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan pemilik Hak Cipta.
 
Mendistribusikan atau menjual software bajakan atau tidak berlisensi adalah bentuk pelanggaran pidana yang berat. Tidak hanya pemilik toko, pengawas, sales, teknisi yang beresiko tertangkap dalam mendistribusikan atau menginstall software bajakan namun juga perusahaan yang membeli dan menggunakan software yang tidak berlisensi adalah pihak yang melanggar hukum dan dapat kenai sanksi hukum pidana dengan ancaman hukum penjara paling banyak 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) berdasarkan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang Hak Cipta No: 19/2002.
 

 

Kalender Kegiatan
Kurs Index Mata Uang
Source: BCA
 
Login Anggota
User Name :
Password :
Lupa password? Klik disini
Social Bookmark
Hubungi Kami
Apkomindo Jatim
Ruko Graha Asri Blok K – 23
Jl. Ngagel 179 – 183
Surabaya
Jawa Timur-Indonesia
Phone: +62 31 5018842, +62 31 5018843
Fax: +62 31 5053176
Email: apkomindo.jatim@gmail.com
Berita Terkini
22
Oct
Press Release Scomdex-23
SCOMDEX (Surabaya Computer Trade and Dealer Exhibition), computer expo terbesar, .....
03
Dec
Press Release Scomdex-22
SCOMDEX (Surabaya Computer Trade and Dealer Exhibition) kembali di gelar .....
RSS
Sonos Play:5 review (2015): a generational leap forward
Oculus Social Alpha delivers group watching to virtual reality
Chinese hackers targeted an insurer to learn about US health care
Xbox One Kinect bundle drops to $399 for a limited time
GoPro shows off footage from its first camera drone
© 2010-2017 ASOSIASI PENGUSAHA KOMPUTER JATIM. All rights reserved.